Program Literasi

a. Readathon (Gerakan Membaca Bersama)
Readathon adalah kegiatan membaca bersama dalam waktu tertentu.
Pelaksanaan:

  • Dilaksanakan 1 kali dalam seminggu dengan penjadwalan kelas dan guru pendamping sebelum pembelajaran dimulai pada kegiatan pembiasaan mingguan dengan durasi waktu 15-20 menit.
  • Siswa membaca buku cerita fiksi atau non fiksi.
  • Setelah membaca, siswa dapat menceritakan kembali isi bacaan secara singkat menggunakan bahasa sendiri.

Manfaat:

  • Melatih kebiasaan membaca.
  • Meningkatkan pemahaman bacaan.

b. Pemanfaatan Majalah Dinding (Mading)
Mading digunakan sebagai sarana menampilkan karya literasi siswa.

Pelaksanaan:

  • Setiap kelas membuat karya seperti cerita pendek, puisi, ringkasan buku, atau gambar cerita.
  • Karya siswa dipajang di mading sekolah atau mading kelas.
  • Karya diganti secara berkala.

Manfaat:

  • Melatih kemampuan menulis.
  • Meningkatkan rasa percaya diri siswa.

c. Kunjungan Rutin ke Perpustakaan

Kegiatan ini bertujuan mengenalkan siswa pada berbagai sumber bacaan.

Pelaksanaan:

  • Setiap kelas memiliki jadwal kunjungan perpustakaan sebanyak 1 kali dalam seminggu.
  • Siswa membaca buku di perpustakaan atau meminjam buku.
  • Guru dapat meminta siswa membuat ringkasan atau menceritakan kembali isi buku.

Manfaat:

  • Mengenalkan berbagai jenis buku.
  • Meningkatkan kebiasaan membaca.

d. Pojok Baca di Setiap Kelas

Pojok baca merupakan sudut kelas yang digunakan untuk membaca.

Pelaksanaan:

  • Setiap kelas menyediakan rak atau kotak buku.
  • Buku dapat berasal dari perpustakaan, sumbangan siswa, atau guru.
  • Siswa membaca buku sebelum kegiatan pembelajaran dimulai atau sesuai dengan kondisi kelas masing-masing.
  • Siswa dapat membaca buku saat waktu luang.

Manfaat:

  • Memudahkan akses buku bagi siswa.
  • Menciptakan suasana kelas yang literat.

e. Pohon Literasi di Setiap Kelas

Pohon literasi adalah media untuk mencatat kegiatan membaca siswa.

Pelaksanaan:

  • Setiap kelas membuat gambar pohon di dinding atau papan.
  • Setiap kali siswa selesai membaca buku, mereka menuliskan judul buku pada kertas berbentuk daun.
  • Daun ditempel pada pohon literasi.

Manfaat:

Menjadi catatan perkembangan membaca siswa.

Memotivasi siswa untuk membaca lebih banyak.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait