Gadget boleh usang,tapi hati tidak boleh usang : cyberbullying itu tidak keren
Cyberbullying itu terjadi 48 persen dimedia social atau di wa, dampak cyberbullying adalah cemas, stress, depresi, hingga resiko bunuh diri. Ada ciri-ciri cyberbullying yaitu pelecehan, fitnah/penyebaran berita bohong, pencurian identitas, dan pengucilan.
Cyberbullying juga bisa mendampakan trauma berat karena bisa saja grup chat/media social untuk merundung menyebarkan aib atau mengancam. Dari sekian banyaknya korban perundungan cyberbullying lebih banyak terjadi pada perempuan, rata-rata sudah ada 86% korbannya Adalah Perempuan. Ada salah satu kasus yang terjadi pada mahasiswa di Udayana Bali yang melompat dari Gedung dan ada lagi siswi MTS di Sukabumi yang meninggal karena perundungan cyberbullying. Cyberbullying pernah meningkat 3 kali lipat antara 2016-2019 karena masa itu masih covid jadi puncaknya selama pembelajaran jarak jauh. Kasus cyberbullying sudah mulai sejak tahun 1990an mulai muncul seiring populernya internet,Dimana pelaku perundungan tradisional memanfaatkan platfrom digital untuk memperluas jangkauan mereka. Kasus cyberbullying mulai ramai sejak tahun 2014. Ada kasus terbaru pada tahun 2025, kasus perundungan cyberbullying terus meningkat dengan peningkatan drastis pada anak-anak atau remaja dan memicu perhatian serius terhadap konten digital.Penyebab cyberbullying umumnya dipicu oleh anonimitas internet yang membuat pelaku merasa aman keinginan untuk berkuasa masalah pribadi atau emosional serta pengaruh pergaulan.
“Upaya pencegahan cyberbullying ada banyak, seperti melapor pada administrator platform, memilih teman media sosial dengan hati-hati, atur privasi dan filter komentar, tidak membalas komentar jahat, tidak menyebar konten pribadi teman, dukung korban cyberbullying, bangun komunikasi terbuka dengan orang tua dan diskusikan bahaya cyberbullying secara rutin” pernyataan ini diambil dari dr.Kevin Adrian.
Sesuai yang sudah disebutkan kita harus mendukung korban cyberbullying dengan menyemangatinya, menjadi support system, dan memberi pesan seperti “Kamu nggak apa-apa?” atau “Aku di sini ya? kalau kamu mau cerita”
Alasan perundung melakukan cyberbullying ada banyak, seperti merasa aman karena anonim, ingin merasa berkuasa atau superior, melampiaskan emosi negatif, dan kurangnya empati (sumber diambil dari halodoc)
Sebagai bentuk kepedulian, SDN 250 Jakapurwa mengadakan sosialisasi berupa:
- Bahaya cyberbullying
- Cara menggunakan internet dengan aman
- Etika saat bermain media sosial
- Pentingnya saling menghormati di dunia digital
Kegiatan ini dilakukan agar semua siswa memahami bahwa internet harus digunakan dengan bijak dan tanggung jawab.
Mari kita jadikan internet sebagai tempat yang aman dan menyenangkan. Jadilah anak yang ramah, sopan, dan saling menghargai. Ingat, jari kita bisa membawa kebaikan maupun keburukan. Gunakan internet untuk hal-hal yang bermanfaat!


